Sabtu, 15 Juli 2017

Symbolum Apostolicum/Syahadat Para Rasul

KETERANGAN:
Symbolum Apostolorum atau Symbolum Apostolicum,kadang disebut Syahadat Para Rasul. Menurut sejarah, Para Rasul sendirilah yang menulis pada hari ke-10 setelah Kenaikan Yesus Kristus ke sorga,yaitu pada Hari Pentakosta.
Isinya ada 12 butir,ada keyakinan bahwa masing-masing murid Yesus menuliskan satu pernyataan di bawah bimbingan Roh Kudus.
Dalam EXORCISMUS IN SATANAM ET ANGELOS APOSTATICOS/EXORCISM OF SATAN AND THE FALLEN ANGELS/EKSORSIS SETAN DAN MALAIKAT YANG JATUH, pengakuan iman singkat ini ditemukan pada bagian 7. Entah apa alasan sebenarnya dari Gereja,sehingga lebih memilih kredo ini dibandingkan kredo yang panjang. Kita hanya dapat menduga,pertama alasan kepraktisan karena kalimatnya yang pendek bahkan banyak orang hafal,bandingkan dengan Kredo lain yang panjang-panjang kalimatnya; dan alasan yang kedua Gereja ingin menghadirkan kembali bantuan doa Para Rasul pada saat proses Eksorsisme.

Teks dalam bahasa Latin:

Symbolum Apostolicum

Credo in Deum Patrem omnipoténtem,
Creatórem cæli et terræ, et in Iesum Christum,
Fílium Eius únicum, Dóminum nostrum,
qui concéptus est de Spíritu Sancto,
natus ex Maria Vírgine,
passus sub Póntio Piláto,
crucifíxus, mórtuus, et sepúltus, descéndit ad ínferos,
tértia die resurréxit a mórtuis,
ascéndit ad cælos, sedet ad déxteram Dei Patris omnipoténtis,
inde ventúrus est iudicáre vivos et mórtuos.
Et in Spíritum Sanctum,
sanctam Ecclésiam cathólicam,
sanctórum communiónem,
remissiónem peccatórum,
carnis resurrectiónem, vitam ætérnam.

Amen.

Teks dalam bahasa Indonesia:

SYAHADAT PARA RASUL

Aku percaya akan Allah,
Bapa yang mahakuasa,
Pencipta langit dan bumi.
Dan, akan Yesus Kristus,
Putra-Nya yang tunggal, Tuhan kita.
Yang dikandung dari Roh Kudus, dila-hirkan oleh Perawan Maria.
Yang menderita sengsara dalam pemerintahan Pontius Pilatus,
disalibkan, wafat, dan dimakamkan.
Yang turun ke tempat penantian,
pada ha-ri ketiga bangkit dari antara orang mati.
Yang naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang Mahakuasa,
Dari situ, Ia akan datang, mengadili orang yang hidup dan yang mati.
Aku percaya akan Roh Kudus,
Gereja Katolik yang Kudus,
persekutuan para kudus,
pengampunan dosa,
kebangkitan badan,
kehidupan kekal.Amin.

Pater Noster/Our Father/Bapa Kami

KETERANGAN:
Doa Bapa Kami adalah doa yang paling terkenal dalam agama Kristen. Doa ini sering disebut "Doa Tuhan", karena Yesus Kristus sendiri yang mengajarkan kepada para murid-murid-Nya. Doa ini diambil dari Matius 6:9-13 yang merupakan bagian dari "Kotbah di Bukit".
Doa Bapa Kami berisi 7(tujuh) permohonan dimana 3(tiga) permohonan pertama bertujuan untuk Kemuliaan Tuhan dan 4(empat) permohonan selanjutnya bertujuan untuk kesejahteraan manusia.
Bagian doa yang terpisah yaitu yang berbunyi : "sebab Engkaulah yang ...dstnya" merupakan sebuah doksologi untuk Doa Bapa Kami ini.
Tentu sebagai sebuah doa yang khusus diciptakan oleh Tuhan sendiri maka kuasa doa ini tidak perlu diragukan,meski begitu doa bukanlah mantra atau jimat yang bisa diucapkan saja tanpa iman. Iman orang yang mengucapkan doa ini juga ikut berperan mendukung kuasa doa.

Gereja pun tidak memungkiri kuasa doa Bapa Kami,sehingga doa ini menjadi bagian penting dalam eksorsisme. Doa ini ditemukan  pada bagian 5 dalam EXORCISMUS IN SATANAM ET ANGELOS APOSTATICOS/EXORCISM OF SATAN AND THE FALLEN ANGELS/EKSORSIS SETAN DAN MALAIKAT YANG JATUH.

Teks dalam bahasa Latin:

PATER NOSTER

Pater noster qui es in cælis:
sanctificétur Nomen Tuum;
advéniat Regnum Tuum;
fiat volúntas Tua,
sicut in cælo, et in terra.
Panem nostrumcotidiánum da nobis hódie;
et dimítte nobis débita nostra,
sicut et nosdimíttimus debitóribus nostris;
et ne nos indúcas in tentatiónem;
sed líbera nos a Malo.
Amen.

Teks dalam bahasa Indonesia:

BAPA KAMI

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah nama-Mu.
Datanglah kerajaan-Mu.
Jadilah kehendak-Mu
Di atas bumi, seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni
yang bersalah kepada kami,
dan janganlah masukkan kami ke dalam
pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
Amin.

GLORIA PATRI/GLORY BE TO THE FATHER/KEMULIAAN KEPADA BAPA(KEMULIAAN)

KETERANGAN:
Gloria Patri dikenal sebagai seruan atau ayat Kemuliaan. Gloria Patri adalah suatu himne singkat berupa pujian kepada ALLAH TRITUNGGAL. Doa ini sangat sering digunakan dalam berbagai liturgi Kristiani.
Ayat Kemuliaan ini dikenal juga sebagai "doksologi kecil", untuk membedakan dengan MADAH KEMULIAAN yang adalah " doksologi besar" .
Ayat Kemuliaan ini lazim diucapkan pada bagian akhir berbagai doa,baik doa resmi maupun doa spontan. Selain itu juga didaraskan pada akhir setiap bait Mazmur atau pada bagian akhir setiap madah dalam ibadat harian.
Sebagai salah satu doa pokok,ternyata Gloria Patri juga ikut menjadi salah satu dari beberapa doa eksorsisme meriah. Gloria Patri terdapat pada bagian 7c  dalam RITUS EXORCIZANDI OBSESSOS A DAEMONIO/RITE OF EXORCISM/RITUS EKSORSISME.


Teks dalam bahasa Latin:

GLORIA PATRI

Glória Patri
et Filio
et Spiritui Sancto.
Sicut erat in principio,
et nunc et semper
et in sæcula saeculórum.
Amen.

Teks dalam bahasa Indonesia:

KEMULIAAN

Kemuliaan kepada Bapa
dan Putra
dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan,
sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad.
Amin

Magnificat/Canticle Of The Virgin Mary/Kidung Maria(Jiwaku Memuliakan)

KETERANGAN:
Magnificat adalah sebuah kantata ( himne atau kidung dari teks Kitab Suci selain Mazmur)dan Kidung ini diambil dari Injil Luk 1:46-55. Isinya mengenai nyanyian pujian Bunda Maria. Sering dikenal dengan sebutan Jiwaku muliakan.
Magnificat merupakan bagian ibadat harian yaitu pada ibadat Vesper(sore pukul 18.00).
Selain sebagai doa dalam ibadat harian tentunya doa yang sangat akrab dikenal oleh sebagian besar umat Katolik ini memiliki nilai penting dan sakral.
Oleh sebab itulah Gereja Katolik memasukkannya sebagai salah satu dari susunan doa Eksorsisme.
Magnificat ditemukan di bagian 7a dari RITUS EXORCIZANDI OBSESSOS A DAEMONIO/RITE OF EXORCISM/RITUS EKSORSISME dan juga kembali ditemukan di bagian 8 dari EXORCISMUS IN SATANAM ET ANGELOS APOSTATICOS/EXORCISM OF SATAN AND THE FALLEN ANGELS/EKSORSISME SETAN DAN MALAIKAT YANG JATUH.

Hal ini membuktikan bahwa kegembiraan Bunda Maria yang terungkap melalui Magnificat ini sangat berpengaruh kepada posisi kerajaan iblis dan para setan.
Kita dianjurkan untuk lebih akrab dan tekun berdoa magnificat bersama Bunda Maria untuk menghancurkan kuasa kejahatan.

Teks dalam bahasa Latin:

MAGNIFICAT

Magnificat ánima mea Dóminum,
et exsultávit spiritus meus
in Deo salvatóre meo,
quia respéxit humilitátem
ancillæ suæ.
Ecce enim ex hoc beátam
me dicent omnes generatiónes,
quia ficit mihi magna,
qui potens est,
et sanctum nomen eius,
et misericórdia eius in progénies
et progénies timéntibus eum.
Fecit poténtiam in bráchio suo,
dispérsit supérbos mente cordis sui;
depósuit poténtes de sede
et exaltávit húmiles.
Esuriéntes implévit bonis
et divites dimisit inánes.
Suscépit Ísrael púerum suum,
recordátus misericórdiæ,
sicut locútus est ad patres nostros,
Abraham et sémini eius in sæcula.
Glória Patri et Filio
et Spiritui Sancto.
Sicut erat in principio,
et nunc et semper,
et in sæcula sæculórum.
Amen.

Teks dalam bahasa Indonesia:

KIDUNG MARIA(JIWAKU MEMULIAKAN)

Aku mengagungkan Tuhan,
hatiku bersukaria karena Allah,
penye lamatku.
Sebab Ia memperhatikan daku,
hamba-Nya yang hina ini.
Mulai sekarang aku disebut yang bahagia,
oleh sekalian bangsa.
Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku
oleh Yang Mahakuasa,
kuduslah nama-Nya.
Kasih sayang-Nya turun-temurun
kepada orang yang takwa.
Perkasalah perbuatan tangan-Nya,
dicerai-beraikan-Nya
orang yang angkuh hatinya.
Orang yang berkuasa diturunkan-Nya
dari takhta, yang hina dina diangkat-Nya.
Orang lapar dikenyangkan-Nya
dengan kebaikan, orang kaya diusir-Nya
pergi dengan tangan kosong.
Menurut janji-Nya kepada leluhur kita,
Allah telah menolong Israel, hamba-Nya.
Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham
serta keturunannya untuk selama-lamanya.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putra
dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad.

Amin

Symbolum Athanasium/The Athanasian Creed/Pengakuan Iman Athanasius

Keterangan :
Kredo Athanasius atau Pengakuan Iman Athanasius atau Symbolum Athanasium adalah salah satu rumusan iman yang otoritasnya diakui oleh Gereja Katolik.
Secara resmi diucapkan pada ofisi suci bagian Prima/Prime hari minggu (ibadat harian para biarawan yaitu ibadat awal pagi sekitar pukul 06.00) dan juga salah satu bagian penting dari teks ritual eksorsisme resmi Gereja Katolik.
Meskipun merupakan salah satu bagian resmi dari teks eksorsisme meriah(Kredo Athanasius terdapat pada bagian 7b di dalam RITUS EXORCIZANDI OBSESSOS A DAEMONIO/RITE OF EXORCISM/RITUS EKSORSIS RESMI GEREJA ,namun Kredo ini tidak dilarang didaraskan tersendiri/terpisah dari seluruh teks eksorsisme meriah.
Umat awam dapat mendaraskan Kredo ini sebagai sebuah madah/doa seperti mendaraskan mazmur.
Meskipun kegunaannya yang utama sebagai pengakuan iman,tetapi kita juga merujuk pada penggunaan lainnya yang di sematkan sebagai salah satu teks eksorsisme,tentu ada nilai lebih sehingga Kredo ini diikutsertakan dalam kumpulan doa ritus eksorsime meriah.
Kredo ini isinya jelas menghadirkan kuasa Tuhan untuk mengalahkan kuasa kegelapan/kuasa jahat.

Teks Kredo dalam bahasa Latin

SYMBOLUM ATHANASIUM

Quicumque vult salvus esse, ante ómnia opus est, ut téneat cathólicam fidem: Quam nisi quisque íntegram inviolatámque serváverit, absque dúbio in ætérnum períbit. Fides autem cathólica hæc est:

ut unum Deum in Trinitáte, et Trinitátem in unitáte venerémur. Neque confundéntes persónas, neque substántiam separántes. Alia est enim persóna Patris, ália Fílii, ália Spíritus Sancti: Sed Patris, et Fílii, et Spíritus Sancti una est divínitas, æquális glória, coætérna majéstas.

Qualis Pater, talis Fílius, talis Spíritus Sanctus. Increátus Pater, increátus Fílius, increátus Spíritus Sanctus. Imménsus Pater, imménsus Fílius, imménsus Spíritus Sanctus. Ætérnus Pater, ætérnus Fílius, ætérnus Spíritus Sanctus. Et tamen non tres ætérni, sed unus ætérnus. Sicut non tres increáti, nec tres imménsi, sed unus increátus, et unus imménsus.

Simíliter omnípotens Pater, omnípotens Fílius, omnípotens Spíritus Sanctus. Et tamen non tres omnipoténtes, sed unus omnípotens.

Ita Deus Pater, Deus Fílius, Deus Spíritus Sanctus. Et tamen non tres Dii, sed unus est Deus.

Ita Dóminus Pater, Dóminus Fílius, Dóminus Spíritus Sanctus. Et tamen non tres Dómini, sed unus est Dóminus.

Quia, sicut singillátim unamquámque persónam Deum ac Dóminum confitéri christiána veritáte compéllimur: ita tres Deos aut Dóminos dícere cathólica religióne prohibémur.

Pater a nullo est factus: nec creátus, nec génitus. Fílius a Patre solo est: non factus, nec creátus, sed génitus. Spíritus Sanctus a Patre et Fílio: non factus, nec creátus, nec génitus, sed procédens. Unus ergo Pater, non tres Patres: unus Fílius, non tres Fílii: unus Spíritus Sanctus, non tres Spíritus Sancti.

Et in hac Trinitáte nihil prius aut postérius, nihil majus aut minus: sed totæ tres persónæ coætérnæ sibi sunt et coæquáles. Ita ut per ómnia, sicut jam supra dictum est, et únitas in Trinitáte, et Trínitas in unitáte veneránda sit.

Qui vult ergo salvus esse, ita de Trinitáte séntiat.

Sed necessárium est ad ætérnam salútem, ut Incarnatiónem quoque Dómini nostri Jesu Christi fidéliter credat. Est ergo fides recta, ut credámus et confiteámur, quia Dóminus noster Jesus Christus, Dei Fílius, Deus et homo est.

Deus est ex substántia Patris ante sæcula génitus: et homo est ex substántia matris in sæculo natus. Perféctus Deus, perféctus homo: ex ánima rationáli et humána carne subsístens. Æquális Patri secúndum divinitátem: minor Patre secúndum humanitátem. Qui, licet Deus sit et homo, non duo tamen, sed unus est Christus. Unus autem non conversióne divinitátis in carnem, sed assumptióne humanitátis in Deum. Unus omníno, non confusióne substántiæ, sed unitáte persónæ.

Nam sicut ánima rationális et caro unus est homo: ita Deus et homo unus est Christus. Qui passus est pro salúte nostra: descéndit ad ínferos: tértia die resurréxit a mórtuis. Ascéndit ad cælos, sedet ad déxteram Dei Patris omnipoténtis: inde ventúrus est judicáre vivos et mórtuos.

Ad cujus advéntum omnes hómines resúrgere habent cum corpóribus suis: et redditúri sunt de factis própriis ratiónem. Et qui bona egérunt, ibunt in vitam ætérnam: qui vero mala, in ignem ætérnum.

Hæc est fides cathólica, quam nisi quisque fidéliter firmitérque credíderit, salvus esse non póterit.

Teks dalam bahasa Indonesia

CREDO ATHANASIUS

Barangsiapa ingin diselamatkan, harus memegang iman katolik di atas segalanya;
jika seseorang tidak menjaganya dengan jujur dan murni, dia akan binasa.

Iman katolik yaitu: Kita menyembah satu Allah dalam Tritunggal dan Tritunggal dalam Satu;
tanpa mencampur pribadi-pribadi, tanpa memisahkan hakikat.

Sebab pribadi Bapa adalah lain; pribadi Putra adalah lain; pribadi Roh Kudus adalah lain;Karena hanya ada satu pribadi Bapa, satu Anak, dan satu Roh Kudus.

tetapi ke-Allahan Bapa, Putra dan Roh Kudus satu, dan sama dalam kemuliaan, dan kehormatan yang sama dan kekal.
Sedemikian Bapa, demikian juga Putra dan demikian juga Roh Kudus.

Bapa tidak diciptakan, Putra tidak diciptakan, dan Roh Kudus tidak diciptakan;
Bapa tidak terhingga, Putra tidak terhingga, dan Roh Kudus tidak terhingga;

Bapa adalah kekal, Putra adalah kekal dan Roh Kudus adalah kekal;
meskipun demikian tidak ada tiga yang kekal tetapi satu yang kekal;

tidak ada tiga yang tidak diciptakan dan yang tidak terhingga tetapi satu yang tidak diciptakan dan satu yang tidak terhingga.

Demikian juga Bapa mahakuasa, Putra mahakuasa dan Roh Kudus mahakuasa;
meskipun demikian tidak ada tiga yang mahakuasa tetapi satu yang mahakuasa.

Demikian juga Bapa adalah Allah, Putra adalah Allah, dan Roh Kudus adalah Allah;
meskipun demikian tidak ada tiga Allah tetapi satu Allah.

Demikian juga Bapa adalah Tuhan, Putra adalah Tuhan, dan Roh Kudus adalah Tuhan;
meskipun demikian tidak ada tiga Tuhan tetapi satu Tuhan.

Seperti kita diperintahkan oleh kebenaran kristen untuk menyebut setiap pribadi adalah Allah dan Tuhan,
demikian juga kita dilarang oleh iman katolik untuk mengatakan ada tiga Allah dan Tuhan.

Bapa tidak dijadikan siapapun dan tidak diciptakan dan tidak dilahirkan.
Putra berasal dari Bapa, tidak dijadikan dan tidak diciptakan, tetapi dilahirkan.
Roh Kudus adalah dari Bapa dan Putra; tidak dijadikan, tidak diciptakan dan tidak dilahirkan, tetapi keluar;

maka ada satu Bapa, bukan tiga Bapa, satu Putra, bukan tiga Putra, dan satu Roh Kudus bukan tiga Roh Kudus.

Dan dalam Tritunggal tidak ada yang lebih dahulu atau lebih kemudian, tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah,
tetapi ketiga pribadi sama kekal dan sama sederajat;

sehingga di segala tempat, seperti dinyatakan di atas, Tritunggal dalam kesatuan dan kesatuan dalam Tritunggal harus disembah.

Barangsiapa ingin diselamatkan harus demikian kepercayaannya mengenai Tritunggal.

Perlu juga bagi hidup kekal bahwa orang percaya dengan sungguh, bahwa Tuhan kita Yesus Kristus telah menjadi manusia.

Iman yang benar, karena itu yang kita percaya dan akui yaitu : Tuhan kita, Yesus Kristus, Putra Allah, adalah Allah dan manusia.

Dia adalah Allah dari hakikat Bapa-Nya, dilahirkan sebelum segala zaman, dan Dia adalah manusia dari hakikat ibu-Nya, dilahirkan di dalam zaman;

Allah sempurna dan manusia sempurna, dengan jiwa berakal dan tubuh manusiawi,
setara dengan Bapa dalam ke-Allahan-Nya, lebih rendah dari Bapa dalam kemanusiaan-Nya.

Meskipun Dia adalah Allah dan manusia, Dia bukan dua tetapi satu Kristus,
Dia satu bukan dengan mengubah ke-Allahan-Nya menjadi daging, tetapi dengan mengenakan kemanusiaan-Nya dalam Ke-Allahan,

Dia satu bukan dengan mencampur hakikat tetapi dengan kesatuan pribadi.
Seperti jiwa berakal dan tubuh adalah satu manusia, demikian juga Allah dan manusia adalah satu Kristus,

yang menderita sengsara untuk keselamatan kita, turun ke tempat penantian, dan pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati,
naik ke surga, dan duduk di sebelah kanan Allah, Bapa Mahakuasa,
dari sana Dia akan datang untuk mengadili orang hidup dan mati.

Pada hari kedatangan-Nya semua orang akan bangkit dengan badannya
dan mereka akan mempertanggungjawabkan perbuatan mereka masing-masing:
dan yang telah berbuat baik akan masuk ke dalam hidup yang kekal, dan yang telah berbuat jahat akan masuk ke dalam api yang kekal

Inilah iman katolik; barangsiapa tidak menjaganya dengan setia dan kuat, dia tidak dapat diselamatkan.

Jumat, 14 Juli 2017

Canticum Zachariae(Benedictus)/Canticle of Zachary/kidung Zakaria

Keterangan:
Kidung Zakaria merupakan suatu canticle( himne atau kidung dari teks Kitab Suci selain Mazmur) yang diambil dari Injil Luk 1:68-79.
Kidung ini dikenal dalam bahasa latin dengan sebutan Benedictus dan berisikan ucapan syukur Zakaria atas kelahiran puteranya Yohanes Pembaptis.
Dalam Gereja Katolik Roma, kidung Zakaria dinyanyikan atau didaraskan saat doa/ibadat pagi. St. Benediktus dari Nursia dipercaya sebagai yang pertama kali memasukkan kidung ini ke dalam ibadat pagi.

Terlepas dari penggunaan secara umum yaitu dalam ibadat pagi, tidak banyak diketahui oleh orang awam bahwa Kidung Zakaria juga merupakan salah satu doa penting yang didaraskan dalam doa eksorsisme.
Kidung Zakaria ditemukan pada bagian ke 9 dalam EXORXISMUS IN SATANAM ET ANGELOS APOSTATICOS/EXORCISM OF SATAN AND THE FALLEN ANGELS./EKSORSIS SETAN DAN MALAIKAT YANG JATUH
Seperti halnya doa yang lain di dalam susunan doa eksorsisme meriah,tentulah doa ini punya keistimewaan untuk melawan kuasa kegelapan/kejahatan. Sudah barang tentu doa ini boleh didaraskan oleh umat awam,dengan catatan didaraskan terpisah dari susunan doa-doa eksorsisme meriah yang hanya boleh didoakan oleh imam eksorsis.

Doa dalam bahasa Latin:

Benedictus(Canticum Zachariae)

Benedictus Dóminus, Deus Ísrael,
quia visitávit
et fecit redemptiónem plebi suæ,
et eréxit cornu salútis nobis
in domo David púeri sui,
sicut locútus est per os sanctórum,
qui a sæ culo sunt, prophetárum eius,
salútem ex inimicis nostris
et de manu ómnium,
qui odérunt nos;
ad faciéndam misericórdiam
cum pátribus nostris
et memorári testaménti sui sancti,
iusiurándum, quod iurávit
ad Ábraham patrem nostrum,
datúrum se nobis,
ut sine timóre,
de manu inimicórum liberáti,
serviámus illi
in sanctitáte et iustitia coram ipso
ómnibus diébus nostris.
Et tu, puer,
prophéta Altissimi vocáberis:
præibis enim ante fáciem Dómini
paráre vias eius,
ad dandam sciéntiam salútis
plebi eius
in remissiónem peccatórum eórum,
per viscera misericórdiæ Dei nostri,
in quibus visitábit nos óriens ex alto,
illumináre his, qui in ténebris
et in umbra mortis sedent,
ad dirigéndos pedes nostros
in viam pacis.
Glória Patri et Filio
et Spiritui Sancto.
Sicut erat in principio,
et nunc et semper,
et in sæcula saeculórum.
Amen.

Doa dalam bahasa Indonesia:

KIDUNG ZAKARIA

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,
sebab Ia mengunjungi
dan membebaskan umat-Nya.
Ia mengangkat bagi kita
seorang Penyelamat yang gagah perkasa,
putra Daud, hamba-Nya,
seperti dijanjikan-Nya dari sediakala
dengan pengantaraan para nabi-Nya
yang kudus, untuk menyelamatkan kita
dari musuh-musuh kita dan dari tangan
semua lawan yang membenci kita,
untuk menunjukkan rahmat-Nya
kepada leluhur kita dan mengindahkan
perjanjian-Nya yang kudus.
Sebab Ia telah bersumpah
kepada Abraham, bapa kita,
akan membebaskan kita
dari tangan musuh,
agar kita dapat mengabdi kepada-Nya
tanpa takut dan berlaku kudus dan jujur
di hadapan-Nya seumur hidup.
Dan engkau, anakku,
akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,
sebab engkau akan mendahului Tuhan
untuk menyiapkan jalan-Nya,
untuk menanamkan pengertian
akan keselamatan dalam umat-Nya,
berkat pengampunan dosa mereka.
Sebab Allah kita penuh rahmat
dan belaskasihan, Ia mengunjungi kita
laksana fajar cemerlang,
untuk menyinari orang yang meringkuk
dalam kegelapan maut
dan membimbing kita
ke jalan damai sejahtera.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putra
dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad.
Amin.

Kamis, 13 Juli 2017

Perisai St.Patrisius/St.Patrick

Lorica Sancti Patricii/Saint Patrick Breastpiace/Perisai Santo Patrisius

Keterangan:
Doa ini dibuat oleh Santo Patrisius(Saint Patrick) tak lama setelah ia ditahbiskan menjadi Uskup Irlandia, dimana ia ditugaskan. St.Patrick merancang sebuah "perisai", sebab ia menyadari adanya aktivitas "setani" yang misterius namun nyata di Irlandia pada masa itu.
Melalui doa ini,Allah menganugerahkan pria suci ini berkat dan perlindungan Ilahi yang akhirnya memenangkan ajaran Kristen atas Druidisme kuno.
Perisai St.Patrick adalah doa seruan yang kuat dan indah kepada kekuatan Surgawi untuk melawan banyak hal jahat,tipu muslihat dan godaan iblis, hingga kebohongan ajaran sesat dan mantra-mantra sihir.

Doa ini kembali dipromosikan melalui "serial CONSTANTINE". Dalam episode ke 2 "The Darkness Beneath" ditayangkan dalam suatu adegan John Constantine melafalkan penggalan doa "Perisai St.Patrick".

Sancti Patricii hymous ad Temoriam

Doa:

Ad Temoriam hodie,
potentiam praepollentem invoco Trinitatis,
credo in Trinitatem,
sub Unitate numinis elementorum.

Apud Temoriam hodie
virtutem nativitatis Christi cum ea ejus baptismi,
virtutem crucifixionis cum ea ejus sepulturae
virtutem resurrectionis cum ea ascensionis
virtutem adventus ad judicium aeternum

Apud Temoriam hodie
virtutem amoris Seraphim,
In obsequio angelorum,
In Spe resurrectionis ad adipiscendum  praemium
In Orationibus nobilium Patrum,
In praedictionibus prophetarum,
In praedicationibus apostolorum,
In castitate Sanctarum virginum,
In actis justorum virorum.

Apud Temoriam hodie
potentiam coeli,
Lucem solis,
candorem nivis,
vim ignis,
Rapiditatem fulguris,
velocitatem venti,
profunditatem maris,
stabilitatem terrae,
Duritiam Petrarum.

Ad Temoriam hodie
potentia Dei me dirigat,
potetas Dei me conserved,
Sapientia Dei me edoceat,
ocolus Dei mihi provideat,
Auris Dei me exaudiat,
verbum Dei me disertum faciat,
Manus Dei me protegat,
via Dei mihi patefiat,
Scutum Dei me Protegat,
Exercitus Dei me defendat,
contra insidias daemonum,
contra illecebras vitiorum,
contra inclinationes animi,
contra omnem hominem qui meditetur injuriam mihi,
procul et prope,
cum paucis et cum multis.

Posui circa me sane omnes
potentias has contra omnem potentiam hostilem Saevam
Excogitatum meo corpori et mea animae,
contra incantamenta pseudo-vatum,
contra nigras leges gentilitatis,
contra pseudo-leges haereseos,
contra dolum idololatriae,
contra incantamenta mulierum,
Et fabrorum ferrariorum et druidum,
contra omnem Scientiam quae occaecat animum hominis.

Christus me protegat hodie,
contra venenum,
contra combustionem,
contra demersionem,
contra vulnera,
Donec meritus essem multum praemii.

Christus mecum,
Christus ante me,
Christus me pone,
Christus in me,
Christus infra me,
Christus supra me,
Christus ad dextram meam,
Christus ad laevam meam,
Christus hine,
Christus illine,
Christus a tergo,
Christus in corde omnis hominis quem alloquar,
Christus in omni oculo qui me videat,
Christus in omni aure quae me audiat.

Ad Temoriam hodie
potentiam praepollentem invoco Trinitatis
credo in Trinitatem
Sub Unitate numinis elementorum.

Domini est salus,
Domini est salus,
Christi est salus,
Salus tua, Domine, Sit semper nobiscum.
Amen.

Bahasa Indonesia.

Perisai Santo Patrisius.

Aku bangkit hari ini
melalui kekuatan perkasa,yaitu seruan kepada Trinitas,
melalui iman akan Tritunggal,
akan Pencipta atas ciptaan.

Aku bangkit hari ini
melalui kekuatan kelahiran Kristus dengan baptisan-Nya
melalui kekuatan penyaliban Kristus dengan penguburan-Nya
melalui kekuatan kebangkitan-Nya dengan kenaikan-Nya
melalui kekuatan kedatangan-Nya yang kedua untuk penghakiman di akhir zaman

Aku bangkit hari ini
melalui kekuatan cinta para kerubim,
dalam ketaatan para malaikat,
dalam pelayanan para malaikat agung,
dalam pengharapan akan kebangkitan dan ganjaran surgawi,
dalam doa-doa para Bapa bangsa,
dalam nubuat para Nabi,
dalam pewartaan para Rasul,
dalam iman para Saksi,
dalam kemurnian para Perawan Suci,
dalam karya Orang-orang benar.

Aku bangkit hari ini
melalui kekuatan surga,
cahaya matahari,
kecemerlangan bulan,
kemeriahan api,
kecepatan kilat,
kelincahan angin,
kedalaman lautan,
ketegaran bumi,
kekokohan batu karang.

Aku bangkit hari ini
melalui kekuatan Allah untuk mengarahkan aku,
keperkasaan Allah untuk menyokong aku,
kebijaksanaan Allah untuk membimbing aku,
mata Allah untuk mengawasiku,
telinga Allah untuk mendengarku,
perkataan Allah untuk berbicara bagiku,
tangan Allah untuk menjagaku,
perisai Allah untuk melindungiku,
balatentara Allah untuk menyelamatkan aku,
dari jerat setan,
dari godaan jahat,
dari semua orang yang mengharapkan kemalanganku,
di tempat yang jauh dan dekat,
seorang diri maupun dalam kelompok.

Hari ini aku memanggil
seluruh kekuasaan ini untuk menghadang kejahatan
yang mungkin melawan tubuh dan jiwaku,
melawan jampi-jampi para nabi palsu,
melawan hukum-hukum paganisme,
melawan ajaran-ajaran sesat,
melawan tipu daya para penyembah berhala,
melawan mantra-mantra para penyihir,
melawan segala pengetahuan yang merusak tubuh dan jiwa manusia.
terhadap racun,
terhadap bakaran api,
terhadap tenggelam,
terhadap per-luka-an,
supaya boleh datang bagiku kelimpahan anugerah.

Kristus bersamaku,
Kristus di depanku,
Kristus di belakangku,
Kristus di dalamku,
Kristus di bawahku,
Kristus di atasku,
Kristus di sisi kananku,
Kristus di sisi kiriku,
Kristus saat aku berbaring,
Kristus saat aku duduk,
Kristus saat aku berdiri,
Kristus dalam hati setiap orang yang memikirkan aku,
Kristus dalam mulut setiap orang yang berbicara tentang aku,
Kristus dalam setiap mata yang melihat aku,
Kristus dalam setiap telinga yang mendengar aku.

Aku bangkit hari ini
melalui kekuatan perkasa,yaitu seruan kepada Trinitas,
melalui iman akan Tritunggal,
akan Pencipta dari ciptaan.

Keselamatan dari Tuhan

Keselamatan dari Tuhan

Keselamatan dari Kristus

Semoga keselamatan-Mu, Tuhan, Selalu beserta kami. Amen.